Culture Event

Napak Jagat Pasundan 2016: “Ngigeulan Jaman”, Kolaborasikan Budaya Daerah & Modern

Berbagai rangkaian kegiatan Milangkala Sumedang ke 438 akan terus berlangsung, bahkan hingga akhir bulan Mei ini. Salah satu kegiatan besar yang sudah digelar adalah Napak Jagat Pasundan (NJP) 2016 yang diselenggarakan oleh Coklat Kita pada 30 April 2016 di Alun-alun Sumedang.

Napak Jagat Pasundan adalah kegiatan yang mempertunjukkan gelaran seni dan budaya tatar pasundan. Tahun Ini adalah tahun keempat Coklat Kita menyelenggaraan kegiatan ini. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengangkat tema “Ngideur Dayeuh Mapay Lembur”, tahun ini temanya adalah “Ngigeulan Jaman”. Berdasarkan keterangan dari Kang Boeas yang merupakan perwakilan Team Coklat Kita, tema tersebut diangkat untuk menekankan pada pesan utama yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini, yaitu untuk membangkitkan kepedulian terhadap kekayaan budaya daerah dan memberikan gambaran budaya yang berkolaborasi dengan modernisasi, namun tidak menghilangkan dasar budaya yang sudah menjadi jati diri daerah.

IMG_20160430_210754

Sumedang menjadi daerah pertama pada penyelenggarakan NJP 2016 ini. Selanjutnya akan digelar di 10 kota di Jawa Barat melingkupi Bandung Kota dan Kabupaten, Cianjur, Subang dan Purwakarta, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Ciamis, serta Cirebon, Jatibarang dan Indramayu.

NJP 2016 di Sumedang kemarin diantaranya menghadirkan Ega Robot Ethnic Percussion, Ebiet Beat A, Rita Tila, Nuki Darso, Tari Topeng Kelana, Pencak Silat Pasir Intan, Papuri Ethno Progresive, Kohkol, Jeihan ‘Kabayan Jago Sulap’, serta Pojok Sicepot,

Kegiatan dimulai dari jam 13.00 WIB dengan dimeriahkan oleh tampilan booth seni dan budaya, sebagai bentuk apresiasi Coklat Kita bagi lingkung seni, paguron, komunitas budaya, serta karang taruna dan aktifis seni Sumedang dalam upaya melestarikan budaya daerah.

IMG_20160430_195051

Kegiatan yang dimulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB menampilkan berbagai seni dan budaya yang dibalut dengan drama yang menceritakan Ambu, Abah dan Anak-anaknya yang mempunyai perbedaan sikap terhadap seni dan budaya daerah. Cerita yang disuguhkan, sangat relevan dengan keadaan anak muda sekarang yang banyak menganggap bahwa Seni Budaya daerah kolot dan ketinggalan jaman. Padahal, semuanya bisa dikemas kembali menjadi lebih hipster ketika dikolaborasikan dengan seni modern. Contohnya kreativitas Sunda Rap yang disuguhkan Ebiet Beat A.

Kesenian yang dihadirkan di panggung Napak Jagat Pasundan (NJP) 2016 ini, bukan hanya Seni Sunda, tapi juga Cirebonan dan Dermayon (Indramayu). Lagi-lagi ini juga bentuk edukasi NJP bahwa Pasundan tidak hanya yang berkesenian Sunda, tapi juga mereka yang berada di ujung luar Jawa Barat.

Keep creative, people! #sumedangcreative

Penulis: Sutisna Mulyana
Dokumentasi: Sumedang Creative/Tandang

About the author

Sumedang Creative

Sumedang Creative adalah inisiatif lokal untuk memaksimalkan potensi yang ada di Sumedang melalui kreativitas.

Leave a Comment

Powered by keepvid themefull earn money